• K-Bioboost

    BioBoost adalah adalah pupuk hayati yang mengandung mikro organisme tanah yang unggul, bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah...

  • Bio-Boost Pada Cabe

    Budidaya cabe merah kriting dengan menggunakan pupuk Organik BioBoost dari K-Link...

  • Bio-Boost Pada Semangka

    Aplikasi Pemupukan Tanaman Semangka menggunakan pupuk Organik Bio-Boost ...

  • Menjaga Kelestarian Lingkungan

    Pertanian kita sudah sangat tergantung pada pupuk kimia dan pestisida, hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan tanah dan pencemaran lingkungan. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida dalam jangka panjang dapat menyebabkan...

Showing posts with label Bio Boost. Show all posts

Aplikasi Pemupukan BioBoost Pada Tanaman Strawbery

Aplikasi Pada Strawberry

 

Penamanan Di Polibag Besar/ Pot ;
Keuntungan Penggunaan Bioboost Untuk Strawberry ;
  • Hemat pupuk (kimia, kompos/ kandang) sampai dengan 50%.
  • Buah lebih besar, rasa lebih manis.
  • Daya tahan buah lebih lama (tidak cepat busuk).

Pembibitan ;
Strawberry diperbanyak dengan biji atau bibit vegetatif (anakan dan stolon atau akar sulur).

Perbanyakan dengan biji ;
  • Rendam benih di dalam larutan Bioboost selama 15 menit lalu kering anginkan (1 tutup pupuk dicampur dengan air 1 liter).
  • Siram larutan Bioboost di media persemaian atau di media tanam 3 hari sebelum persemaian/ penanaman.
  • 1 liter Bioboost bisa dicampur dengan 100 liter air untuk 1 ha.

Perbanyakan dengan bibit vegetatif ;
  • Siram larutan Bioboost di media persemaian atau di media tanam 3 hari sebelum persemaian/ penanaman.
  • Lalu beri pupuk Bioboost setiap 15 hari sekali.

Penanaman ;
  • Media tanam diolah clan dicampur pupuk dasar, lalu biarkan selama 3 hari (Harus ada jarak 3 hari antara pupuk kimia dan Bioboost).
  • 3 hari sebelum tanam. Siram larutan Bioboost di media persemaian atau di media tanam 3 hari sebelum penanaman. 1 liter Bioboost bisa dicampur dengan 100 liter air untuk 1 ha.

Masa Pemeliharaan ;
  • Berikan Bioboost setiap 15 hari sekali.
  • Pemupukan kimia diberikan seperti biasa dengan dosis 50%, dengan catatan diberikan 3 hari setelah pemupukan Bioboost.

Aplikasi Pemupukan Bio-Boost Pada Tanaman Cabe

 Aplikasi Pada Cabe




1.      Kebutuhan perhektar tanaman 5 s/d 6 liter BioBoost /sekali tanam.
2.      Gunakan pupuk kimia 50 % dari biasanya (sesuai kebutuhan).
3.      Encerkan 1 liter BioBoost dengan 50 s/d 100 liter air, diamkan beberapa saat baru dipergunakan.
4.      Sekali penyiraman/ penyemprotan diperlukan 1 s/d 2 liter BioBoost untuk 1 hektar tanaman.

Cara Penggunaan
  1. Siramkan/ semprotkan larutan yang telah diencerkan pada barisan tanaman/ kecambah saat umur 7 s/d 10 hari (1 s/d 2 liter BioBoost)
  2. Siramkan/ semprotkan larutan yang telah diencerkan pada barisan tanaman saat umur 20 hari (1 liter BioBoost), umur 30 hari (1 liter BioBoost), umur 40 hari (1 s/d 2 liter BioBoost).

Pengolahan Tanah
Lahan diolah sebagaimana biasanya dan sebaiknya gulma dan rumput dibuang keluar lahan

Aplikasi ke - 1
Campurkan 1 ltr BioBoost dengan 200 ltr air  (untuk lahan seluas 1 ha) atau 1 tangki isi 14 liter : 100 cc/10 x tutup botol pupuk BioBoost (1 ha = 14 tangki), diamkan sejenak (5-10 mnt) lalu semprotkan dipermukaan lahan yang sudah diolah sampai merata.
Sebaiknya penyemprotan dilakukan tepat  pada gundukan tanah sehingga efektif dan hemat pupuk.

Penanaman Bibit
Bibit mulai ditanam 3 – 5 hari setelah penyemprotan BioBoost yang pertama yaitu pada saat persiapan lahan.
Pemberian pupuk kimia 3 hari SMT  dosis 50% dari biasanya  yaitu 50% dari pemupukan kimia pertama.

Aplikasi ke - 2
15 hari SMT lakukan penyemprotan BioBoost  sebanyak  1 – 2 ltr  [dilihat dari kondisi tanaman] dicampur dengan 200 ltr air atau 1 tangki isi 14 liter : 100-200 cc/10-20 x tutup botol pupuk BioBoost [1 ha = 14 tangki]
Setelah penyemprotan BioBoost ke – 2  tidak perlu diberikan pupuk kimia

Aplikasi ke - 3
Umur 30–35 hari SMT lakukan lagi penyemprotan BioBoost  sebanyak 1 ltr dicampur dengan 200 ltr air atau 1 tangki isi 14 liter : 100 cc/10 x tutup botol pupuk BioBoost (1 ha = 14 tangki)
3 – 5  hari SMT berikan pupuk 50% dari biasanya pada saat pemupukan kimia ke – 2

Aplikasi Selanjutnya yaitu Penyemprotan ke – 4 dilakukan umur 50 hari SMT sebanyak 1 ltr BioBoost dan penyemprotan ke – 5 pada umur 65 hari SMT sebanyak 1 ltr BioBoost [pada penyemprotan ke – 4 dan ke – 5 tidak diberikan lagi pupuk kimia]

Kebutuhan Pupuk Kimia
Pupuk kimia yang dibutuhkan untuk lahan 1 ha 1x masa panen:
Cabe merah & Rawit : Urea 50 Kg ; SP-36/ TSP 250 Kg ; KCL 150 Kg ; NPK 500 kg
Cabe mrh besar Hibrida & Keriting Hibrida : Urea 120 kg ; SP–36/ TSP 280 Kg; KCL 200 kg
Waktu pemupukan harus tepat sesuai dengan kebutuhan unsur hara pada tanaman biasanya umur 3 hari SMT dan pada saat usia 35 hari.

K-BioBoost - Teknologi untuk pertanian & masa depan kelestarian lingkungan.


K-BioBoost

Pertanian kita sudah sangat tergantung pada pupuk kimia dan pestisida, hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan tanah dan pencemaran lingkungan. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan residu bahan kimia dalam tanah yang berakibat menurun nya produktifitas lahan karena terganggunya keseimbangan proses biokimia didalam tanah.
BioBoost adalah adalah pupuk hayati yang mengandung mikro organisme tanah yang unggul, bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah
sebagai hasil proses bio-kimia tanah. Kombinasi penggunaan BioBoost dengan pupuk kimia, pupuk kandang atau kompos akan sangat baik untuk meningkatkan produktifitas lahan sehingga hasil pertanian akan meningkat baik mutu maupun jumlah hasil panennya. 

1 Liter
Komposisi BioBoost:

Azotobacter sp   2,5 x 108 - 105 cfµ/ml
Azospirillium sp  3,0 x 107 - 105 cfµ/ml
Bacillus sp 3,5 x 107 - 105 cfµ/ml
Pseudomonas sp7,0 x 105 - 104 cfµ/ml
Cythophaga sp   1,5 x 104 - 103 cfµ/ml

cfµ/ml = Colony Forming Unit / ml.
Azotobacter sp. 2,5 x 108 - 105 cfµ/ml = 250.000.000 colony /ml

Keunggulan BioBoost:


  • Bentuk cair sehingga mudah dan cepat diserap oleh tanah.
  • Mengandung bakteri unggul hasil proses isolasi dan pembiakan murni.
  • Tidak mengandung bahan yang bersifat najis seperti kotoran hewan dan tidak mengandung bakteri patogen yang berbahaya ea: (E. Coli & Salmonella) sehingga aman bagi pelaksanaan lapangan.
  • Mengandung hormon pertumbuhan alami (Natural Plan Growth Substance) ea: Gibberellins (GAs), Cytokinins (CK Kiretin & Zeatin) serta Auxins (AA).
  • Meningkatkan kapasitas penyerapan tanah terhadap udara dan air.
  • Meningkatkan hasil panen 20% ~ 50% dari kondisi awal.
  • Mengurai residu pestisida di dalam tanah.
  • Tidak ada efek samping yang merugikan.
  • Dapat digunakan untuk semua jenis tanaman baik pertanian, perkebunan dan kehutanan.
  • Dapat digunakan pada berbagai lahan.


Manfaat BioBoost:
  • Menghemat pemakaian pupuk kimia dari 50% ~ 60%.
  • Meningkat jumlah pengikatan Nitrogen bebas oleh bakteri (Bakteri mampu memproduksi sendiri unsur hara didalam tanah)
  • Meningkatkan proses biokimia didalam tanah sehingga unsur Phosfor (P) dan Kalium (K) tersedia dalam jumlah yang cukup dan mudah diserap oleh tanaman.
  • Memperbaiki struktur tanah sehingga lebih subur dan gembur.
  • Mempercepat pertumbuhan sehingga masa panen lebih cepat.
  • Hasil panen memenuhi standar organik.
  • Meningkatkan kesehatan tanaman sehingga tanaman lebih tahan hama.
Hasil produk pertanian lebih sehat dan ramah lingkungan.

Perhatian penting:
  1. Aplikasi penggunaan pupuk BioBoost tidak boleh dicampurkan secara langsung dengan pupuk kimia maupun pestisida.
  2. Lakukan pemupukan BioBoost lebih dulu 3 ~ 5 hari sebelum pemupukan pupuk kimia.
  3. Pupuk BioBoost yang sudah dibuka kemasannya masih bisa disimpan untuk pemupukan berikutnya selama belum dicapur dengan air.


Pedoman aplikasi BioBoost:
Padi - Dosis yang dianjurkan 6 liter / Ha / musim tanam.

Pengenceran:
Larutkan 1 liter BioBoost dengan 25 ~ 50 liter air, aduk sampai rata diamkan beberapa saat sebelum digunakan (tdk boleh pakai air ledeng yang berkaporit).

Cara penggunaan:
  1. Pemupukan pertama : Tiga (3) hari sebelum tanam semprotkan / siramkan larutan BioBoost kelahan sawah yang akan ditanami dengan dosis 2 liter Bioboost / Ha.
  2. Pemupukan kedua : 30 hari setelah tanam semprotkan / siramkan larutan BioBoost kelahan sawah yang akan ditanami dengan dosis 2 liter Bioboost / Ha.
  3. Pemupukan ketiga : Pada saat primordial (Padi bunting) semprotkan / siramkan larutan BioBoost kelahan sawah yang akan ditanami dengan dosis 2 liter Bioboost / Ha, pemupukan dilakukan pada sore hari.
  4. Catatan :
  5. Pemupukan kimia dilakukan seperti jadwal biasanya dengan dosis dikurangi hingga 50% dari biasanya
  6. Usia panen rata-rata lebih cepat sekitar 10 hari dibanding sebelumnya.
  7. Padi setelah melalui proses pemupukan dengan BioBoost.


Tanaman semusim
(Jagung, Tomat, Cabe, Sayuran dll)
Dosis pemupukan :
4 s/d 5 liter / Ha.







Cabe rawit, Lokasi Bojong Gede Bogor Jawa barat



Pengenceran:
1 liter pupuk BioBoost encerkan dengan 50 ~ 100 liter air.

Pemupukan pertama:
Dilakukan pada waktu persiapan lahan minimum 3 hari sebelum tanam bibit / benih dengan dosis 2 liter / Ha.
Pemupukan berikutnya berikan setiap bulan dengan dosis 1 ~ 2 liter /Ha. Cara penyemprotan ketanah dekat akar tanaman. Penggunaan pupuk dikurangi 50% dari biasanya.

Hasil aplikasi pada tanaman sawit.






 
Aplikasi pada tanaman cabe rawit
Foto: umur 21 hari setelah tanam
mencapai ketinggian 40~45cm.


Cabe rawit import, umur 40 hari setelah tanam
dengan dua kali aplikasi tanpa NPK kimia
Sudah berbuah dan pedas!.

Tanaman semusim (Usia pendek)
ie: Jagung, Tomat, Cabai, Sayur sayuran dan lain lain.

Dosis pemupukan: 4 ~ 5 Liter / Ha.

Pengenceran:
1 liter K-BioBoost encerkan dengan 50 ~ 100 liter air.


 



Cara Pemupukan :
  1. Dilakukan pada saat persiapan lahan minimum 3 hari sebelum tanam bibit/benih.
  2. dengan dosis 2 Liter/Ha.
  3. Pemupukan berikutnya berikan setiap bulan dgn dosis 1~2 Liter/Ha.
  4. Dengan cara menyemprotkan pada tanah sekitar akar tanaman.
  5. Penggunaan pupuk kimia di kurangi 50% atau lebih dari biasanya.

Video kesaksian pak Nur Said - Bojong Gede Bogor Jawa barat pada tanaman cabenya


.


video 
 

Hasil demplot (uji efektifitas K-BioBoost di lapangan pada padi)
Lokasi                        Tanpa BioBoost              Dgn BioBoost              %+
Tabalong (Kaltim)       5,6T                               8,78T                          59,7%
Karawang (Jabar)       6,2T                              10,1T                           63,5%
TasikMlaya(Jabar)      6,5T                              11,2T                           71,8%

Hasil setelah pemakain K-BioBost menunjukkan peningkatan panen yg cukup signifikan!